Cerpen Singkat Berjudul Tangga yang Tak Berujung

Cerpen Singkat Berjudul Tangga yang Tak Berujung

Tekstoria.my.id- Cerpen singkat berjudul Tangga yang Tak Berujung, mengajarkan bahwa Jangan hanya terpaku pada puncak, sebab setiap langkah yang kau ambil sudah membawamu lebih dekat pada impianmu. Teruslah mendaki, karena perjalananlah yang membentuk dirimu.

Tangga yang Tak Berunjung

Langit di atas kota itu selalu kelabu, seperti sebuah kanvas yang lupa diwarnai. Di tengah hiruk-pikuknya, seorang pria bernama Saka terus mendaki sebuah tangga yang menjulang tinggi ke awan. Ia tidak tahu di mana ujungnya, hanya bahwa ia harus naik.

Di setiap anak tangga, ia menemukan berbagai ukiran yang tampak seperti kenangan. Ada wajah-wajah yang pernah ia temui, kata-kata yang pernah ia ucapkan, dan kegagalan yang masih menggores hatinya. Tapi ia tak berhenti, karena di atas sana, katanya, ada sesuatu yang telah lama ia cari.

Di tangga ke seribu, ia bertemu seorang pria tua yang duduk di tepi pijakan. Pria itu tersenyum dan bertanya, “Kemana kau ingin pergi?”

Saka mengusap keringatnya. “Ke puncak. Aku ingin mencapai impianku.”

Pria tua itu tertawa kecil. “Apakah kau yakin puncak itu ada? Atau mungkin, kau hanya berjalan dalam lingkaran?”

Saka terdiam. Ia melihat ke bawah—tangga itu memanjang ke kegelapan, tak terlihat dari mana ia memulai. Tapi ketika ia melihat ke belakang, ia menyadari sesuatu: tubuhnya lebih kuat dari saat ia pertama kali menaiki anak tangga pertama, napasnya lebih teratur, dan di setiap pijakan yang telah ia lewati, ia meninggalkan jejak perjuangannya.

“Setiap langkah yang kau ambil,” lanjut pria tua itu, “mungkin bukan tentang mencapai puncak, tapi tentang bagaimana kau menjadi seseorang yang lebih dekat dengan impianmu.”

Saka mengangguk, lalu kembali melangkah. Tidak lagi dengan terburu-buru, tetapi dengan keyakinan bahwa setiap pijakan yang ia lewati bukanlah sia-sia.

Cerpen singkat berjudul Tangga yang Tak Berujung, mengajarkan bahwa Jangan hanya terpaku pada puncak