Cerpen Singkat Berjudul Cermin di Lorong Tanpa Ujung

Cerpen Singkat Berjudul Cermin di Lorong Tanpa Ujung

Tekstoria.my.id- Cerpen singkat berjudul Cermin di Lorong Tanpa Ujung, mengajarkan bahwa Berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain. Cermin terbaik adalah yang menunjukkan siapa dirimu sebenarnya, bukan bayangan orang lain. Fokus pada perjalananmu sendiri.

Cermen di Lorong Tanpa Ujung

Di sebuah kota yang dipenuhi lorong-lorong sempit, hiduplah seorang pria bernama Lazu. Setiap hari ia berjalan, melewati gang-gang berliku yang penuh dengan cermin. Di setiap cermin, ia melihat bayangan orang-orang lain—mereka tampak lebih tinggi, lebih kuat, lebih sukses. Semakin ia melihat ke dalam cermin, semakin kecil dirinya terasa.

Suatu hari, ia menemukan sebuah lorong yang lebih gelap dari biasanya. Di ujungnya, ada satu cermin besar yang kosong, tak memantulkan apa pun.

“Kenapa cermin ini tak menampilkan apa pun?” tanya Lazu pada seorang pria tua yang duduk di dekatnya.

Pria tua itu tersenyum. “Karena ini bukan cermin untuk melihat orang lain. Ini cermin untuk melihat dirimu sendiri.”

Lazu menatap permukaan cermin itu. Perlahan, bayangannya mulai muncul, bukan sebagai perbandingan dengan orang lain, tapi sebagai dirinya sendiri—dengan semua luka, kegagalan, dan harapan yang masih ia genggam.

“Kau telah menghabiskan waktu melihat bayangan orang lain,” lanjut pria tua itu. “Tapi perjalananmu bukan tentang mereka. Fokuslah pada langkahmu sendiri.”

Lazu mengangguk. Ia berbalik meninggalkan lorong, untuk pertama kalinya tanpa menoleh ke cermin di sekelilingnya. Ia berjalan lurus ke depan, menuju jalan yang hanya bisa ia tempuh sendiri.

Cerpen singkat berjudul Cermin di Lorong Tanpa Ujung, mengajarkan bahwa Berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain.